Nama kelompok:
1.Mayang Malia Siti Nurhasanah
2. Siti Putri Fitriah
Prodi: pend. Ipa 5
Mata kuliah: Perkembangan dan bimbingan peserta didik
Dosen pembimbing: Danisya Primasari S.Si, M.Si
1. Nature vs Nurture
Nature
Secara etimologi nature diartikan sebagai karakteristik yang melekat atau keadaan bawaan pada seseorang atau sesuatu, diartikan juga sebagai kondisi alami atau sifat dasar manusia. Dalam kajian gender, term nature diartikan sebagai teori atau argumen yang menyatakan bahwa perbedaan sifat antar gender tidak lepas dan bahkan ditentukan oleh perbedaan biologis (seks). Disebut sebagai teori nature karena menyatakan bahwa perbedaan lelaki dan wanita adalah natural dan dari perbedaan alami tersebut timbul perbedaan bawaan berupa atribut maskulin dan feminim yang melekat padanya secara alami. Jadi, seharusnya dalam menyikapi perbedaan yang ada bukan dengan menghilangkannya, melainkan dengan menghapus diskriminasi dan menciptakan hubungan yang serasi.
Nurture
Secara etimologi nurture berarti kegiatan perawatan/pemeliharaan, pelatihan, serta akumulasi dari faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kebiasaan dan ciri-ciri yang nampak. Terminologi kajian gender memaknainya sebagai teori atau argumen yang menyatakan bahwa perbedaan sifat maskulin dan feminim bukan ditentukan oleh perbedaan biologis, melainkan konstruk sosial dan pengaruh faktor budaya. Dinamakan nurture karena faktor-faktor sosial dan budaya menciptakan atribut gender serta membentuk stereotip dari jenis kelamin tertentu, hal tersebut terjadi selama masa pengasuhan orang tua atau masyarakat dan terulang secara turun-temurun.
2. Genetika, lingkungan dan kematangan
Hhereditas adalah faktor Pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Gen yang diterima Anak dari orang tuanya pada saat pembuahan akan mempengaruhi semua Karakteristik dan penampilan anak kelak. Adapun yang diturunkan orang Tua kepada anaknya adalah sifat strukturnya bukan tingkah laku yangDiperoleh sebagai hasil belajar atau pengalaman seperti bakat, sifat-sifat Keturunan, intelligensi dan juga kepribadiannya. Faktor hereditas ini Memberikan pengaruh lebih besar terhadap perkembangan seseorang Anak dibanding dua faktor lainnya yaitu faktor lingkungan dan faktor umum. Anak yang cerdas dihasilkan dari orangtua yang cerdas. Faktor Hereditas dan lingkungan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan Perkembangan anak karena pribadi anak akan bergantung terhadap hasilInteraksi antara hereditas dan lingkungannya faktor lingkungan agaknya sangat mempengaruhi perkembangan seorang anak,, faktor lingkungan misalkan tempat dimana anak tersebut dibesarkan, dan bagaimana dorongan serta dukungan dari orang-orang disekitarnya untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Bagaimana kondisi lingkungan anak akan mempengaruhi perkembangan anak. Misalkan dari teman bergaul, jika anak mempunyai teman bergaul yang baik, maka akan mendorong anak membentuk karaker yang baik pula,yang nantinya akan lebih memudahkan untuk mengembangkan anak itu sendiri. Namun jika teman pergaulannya kurang baik, maka anak juga akan membetuk kepribadian yang kurang baik pula. Sehingga anak dalam lingkungan pergaulan diumpamakan kapas yang bearda di udara bebas, dimana kapas akan mengikuti arah angin yang paling dominan.. jika kapas itu mengikuti arah angin yang benar, maka ia akan memberikan manfaat. Namun jika kapas terbawa badai maka ia akan lenyap didalam luasnya samudra. Nah arah angin inilah yang diumpamakan sebagai pengaruh teman sepergaulan.Pembawaan dan lingkungan adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi perkembangan individu. Interaksi antara faktor-faktor tersebut tidak terjadi sekehendak hati, tapi dipengaruhi oleh faktor yang ketiga ini yaitu faktor kematangan (maturation) atau waktu (time).Manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan, baik dari lingkungan berasal dari keturunan orang tuanya, nenek moyangnya maupun karena memang ditakdirkan demikian.Jadi faktor Maturation (kematangan) merupakan foktor dimana semua organ tubuh siap menjalankan fungsinya masing-masing.Jadi perkembangan manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor-faktor seperti yang telah disebutkan dan di jelaskan diatas.
3. Nativisme, Empirisme, konvergensi, dan kontemporer
Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari kata native artinya asli atau asal. Aliran ini hampir senada dengan Naturalisme. Nativisme berpendapat bahwa sejak lahir anak telah memiliki/membawa sifat-sifat dan dasar-dasar tertentu, yang bersifat pembawaan atau keturunan. Sifat-sifat dan dasar-dasar tertentu yang bersifat keturunan (herediter) inilah Yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sepenuhnya. Sedangkan Pendidikan dan lingkungan boleh dikatakan tidak berarti, kecuali hanya sebagai wadah dan memberikan rangsangan saja. Dalam ilmu pendidikan, pandangan tersebut Dikenal dengan pesimisme paedagogis. Tokoh utama aliran ini ialah schopenhauer. Dalam artinya yang terbatas, juga dapat dimasukkan dalam golongan Plato, Descartes, Lomborso, dan pengikut-pengikutnya yang lain.
Aliran Empirisme
Tokoh utama aliran ini ialah John Locke. Ia berpendapat bahwa perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Manusia-manusia dapat dididik apa saja (ke arah yang baik dan ke arah yang buruk) menurut kehendak Lingkungan atau pendidikan. Dalam hal ini, alamlah yang membentuknya. Dalam Pendidikan, pendapat kaum empiris ini terkenal dengan nama optimisme paedagogis.
Aliran Konvergensi
Aliran ini dimunculkan oleh ahli ilmu jiwa bangsa Jerman, William Stern. Ia Mengatakan bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkem-Bangan manusiaDengan adanya pendapat ini, dapat dikatakan bahwa persoalan tentang pembawaan dan lingkungan itu sudah selesai. Dalam hukum konvergensi ini, masih terda-Pat dua aliran, yaitu aliran yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan da-Ripada pengaruh lingkungan dan yang sebaliknya, lebih menekankan lingkungan Atau pendidikan. Sementara itu, banyak yang belum puas atas jawaban dari aliran Konvergensi yang mengatakan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan dari Dua faktor: pembawaan dan lingkungan.
Aliran kontemporer
Pada abad kontemporer, filsafat Barat menemukan jati dirinya kembali, Pertama Kontribusi orangorang yang memang berfikir kritis, ingin mengerti, Memahami di luar rata-rata pada umumnya orang. Menelisik dan mencari Jawaban atas tantangan zaman modern tanpa kehilangan jati diri dengan Pendekatan filsafat, bersikap ekslusif yang kurang tepat serta melihat agama Dan tradisi tidak sanggup menjawab tantangan tersebut. Filsafat tradisional Metafisika di libatkan lagi. Kedua filsafat partner semua ilmu. Membuka intellectual space melampaui metodis masing-masing ilmu yang kemudian Menggagas perubahan metode sampai paradigma. Peranan filsafat Barat Kontemporer meliputi seluruh disiplin ilmu dan Juga sesuai dengan tuntutan kehidupan kontemporer meliputi demokrasi, hak Asasi, etika, budaya , bahasa, hermeneutika, dst. Setiap pemerhati filsafat salah Satunya mahasiswa harus memperthatikan issu terkini dan menelaah dengan Kearifan berdasarkan intelektualnya. Filsafat Barat kontemporer sangat Berkaitan erat dengan perkembangan dunia empiris dan iterpretasi kebudayaan Tertentu serta harus menggunakan semua perkembangan tersebut untuk menata Keterkaitan seluruh disiplin ilmu, menyajikan dalam bentuk umum dan Sistematis. Para pemerhati filsafat selanjutnya tidak hanya mengulang teoriteori yang sudah ada secara mentahmentah tetapi mengkritisinya sehingga bisa Melahirkan teori yang lebih jauh lagi demi pengembangan filsafat kontemporer Selanjutnya.
Sekian terimakasih. Have a nice day<3